SRAGEN, PORTALBLORA.com – Angin segar bagi masyarakat yang ingin merintis usaha namun terkendala keterbatasan modal dan pengalaman. Melalui program Toko Mandiri Indogrosir (TMI), warga kini memiliki kesempatan membuka gerai kelontong modern dengan skema kemitraan yang dinilai ramah bagi pelaku usaha kecil dan pemula.
Kepala Cabang Indogrosir Solo, Sintong Sadewo, menjelaskan bahwa program TMI dirancang khusus untuk masyarakat yang belum memiliki pengalaman usaha ritel. Indogrosir memberikan pendampingan sejak tahap awal pembukaan hingga pembinaan berkelanjutan.
“Kami membantu dari nol, mulai dari proses pembukaan toko sampai pembinaan jangka panjang. Harapannya, mitra benar-benar siap menjalankan usaha secara mandiri,” ujar Sintong saat peresmian He Mart di Desa Tangkil, Kecamatan Sragen, Kabupaten Sragen.
Menurut Sintong, keunggulan utama program ini terletak pada efisiensi modal. Dengan investasi awal mulai sekitar Rp40 juta, mitra sudah mendapatkan paket usaha lengkap atau sistem “terima beres”. Fasilitas tersebut meliputi rak dan etalase, sistem kasir digital atau point of sale (POS), hingga stok awal barang dagangan.
Selain itu, kebutuhan ruang usaha juga relatif fleksibel. Calon mitra hanya perlu menyiapkan area minimal berukuran 3 x 3 meter, sehingga teras rumah atau bagian depan hunian dapat dimanfaatkan menjadi unit usaha produktif.
Program TMI juga tidak menerapkan sistem bagi hasil. Seluruh keuntungan penjualan sepenuhnya menjadi milik pemilik toko. Indogrosir berperan sebagai mitra pemasok utama yang menyediakan barang dengan harga khusus pedagang, sehingga mitra tetap memiliki daya saing di pasar ritel lokal.
“Keuntungan 100 persen milik pemilik toko. Kami hanya menjadi mitra suplai barang dan pendamping usaha,” tegas Sintong.
Hingga kini, program Toko Mandiri Indogrosir telah berkembang di wilayah Solo Raya dengan jumlah gerai mencapai sekitar 50 hingga 60 toko. Sementara di Kabupaten Sragen, tercatat hampir 10 toko mandiri telah beroperasi dan melayani kebutuhan masyarakat sekitar.
Indogrosir berharap program ini dapat mendorong tumbuhnya pelaku UMKM baru serta memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat di daerah. “Tujuan kami sederhana, ingin menggerakkan UMKM agar masyarakat memiliki usaha yang berkelanjutan dan mandiri,” pungkas Sintong.
Joko P/Sragen

