Publik Soroti Selter Pejabat Pemkab Sragen, Minta Bebas Jual Beli Jabatan

Portal Lintas Jateng

SRAGEN, PORTALBLORA.com – Proses seleksi terbuka (selter) pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen kini memasuki fase krusial.

Empat posisi strategis yang diperebutkan telah sampai pada tahapan presentasi makalah dan wawancara. Di tengah proses tersebut, pegiat sosial mengingatkan agar pengisian jabatan benar-benar berbasis kompetensi, bukan praktik transaksional.

Mantan Pengurus Forum Masyarakat Sragen (Formas), Sri Wahono, menegaskan bahwa publik berharap seleksi ini tidak sekadar formalitas.

Ia meminta panitia seleksi bekerja profesional dan objektif agar pejabat yang terpilih memiliki integritas dan kemampuan memadai.

“Jangan sampai seleksi ini hanya menjadi sandiwara. Masyarakat tidak ingin ada praktik jual beli jabatan seperti yang pernah terjadi di sejumlah daerah lain hingga berujung operasi tangkap tangan,” ujar Wahono, Selasa (27/1/2026).

Menurutnya, rekam jejak, prestasi, dan kapasitas manajerial harus menjadi dasar utama penilaian. Ia menilai Sragen harus menjadi contoh daerah yang bersih dalam tata kelola birokrasi.

“Jangan ada lagi budaya kongkalikong atau kewajiban setor demi jabatan,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Sragen Hargiyanto, yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia Seleksi (Pansel), memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai ketentuan. Ia menyebut seleksi telah memasuki tahap ke-10 dari total 12 tahapan yang dijadwalkan.

“Besok masuk tahap wawancara dan presentasi makalah. Pansel terdiri dari tujuh orang yang kredibel, di antaranya tiga akademisi dari UGM, satu tokoh masyarakat, satu dari Pemprov Jawa Tengah, serta unsur lainnya,” jelas Hargiyanto.

Empat jabatan yang saat ini diseleksi yakni Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, serta Direktur RSUD dr. Soehadi Prijonegoro.

Usai seluruh tahapan rampung, Pansel akan menggelar rapat pleno untuk menentukan tiga kandidat terbaik di masing-masing jabatan. Nama-nama tersebut selanjutnya disampaikan kepada Bupati Sragen.

“Kami menyerahkan tiga nama terbaik tanpa peringkat. Seluruhnya kompeten. Bupati memiliki hak prerogatif untuk memilih satu yang paling sesuai dan mampu menerjemahkan visi-misi kepala daerah,” paparnya.

Hargiyanto juga menepis kekhawatiran adanya intervensi atau titipan dalam proses seleksi. Ia memastikan suasana seleksi berjalan kondusif dan objektif.

“Sejauh ini tidak ada tekanan dari pihak mana pun. Prosesnya berjalan tenang dan transparan. Yang dibutuhkan adalah pejabat yang kompeten dan mampu bekerja sama untuk mempercepat program pemerintah,” pungkasnya.

Selain seleksi jabatan eselon II, Pemkab Sragen juga tengah menyiapkan proses seleksi direksi PDAM yang masa pendaftarannya diperpanjang selama sepekan.

Sementara pengisian jabatan Inspektorat masih menunggu koordinasi lebih lanjut dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah karena persyaratan khusus.

Joko P/Sragen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *