BLORA, portalblora.com — Memasuki musim kemarau, Perum Perhutani KPH Blora bersama TNI meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sosialisasi pencegahan dan penanggulangan karhutla digelar di petak 91 RPH Krocok, wilayah kerja BKPH Ngapus, Kabupaten Blora, Jumat (4/9/2026).
Kegiatan yang digelar melalui BKPH Ngapus dan BKPH Nglawungan bersama Koramil 15 Japah tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap potensi kebakaran di kawasan hutan dan lahan di sekitarnya.
Sejumlah unsur turut terlibat, mulai dari Koramil 15 Japah, Perhutani, Polsek Japah, Satpol PP Kecamatan Japah hingga masyarakat Desa Japah dan Desa Padaan.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pelatihan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai langkah-langkah pencegahan kebakaran, termasuk mengenali potensi sumber api dan tidak melakukan pembakaran di kawasan hutan maupun lahan di sekitar hutan.
Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran agar dapat dilakukan penanganan sedini mungkin.
Masyarakat Diminta Tak Abai
Administratur/KKPH Blora melalui Asper/KBKPH Ngapus, Widada, mengatakan pencegahan karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab Perhutani, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Pencegahan karhutla merupakan tanggung jawab kita bersama sehingga diharapkan dapat bersinergi dengan baik. Sosialisasi ini sangat penting dilakukan untuk memberikan kesadaran dan kepedulian masyarakat dalam upaya pencegahan karhutla,” ujar Widada.
Menurutnya, masyarakat memiliki peran penting karena berinteraksi langsung dengan lingkungan hutan. Kesadaran dan kewaspadaan bersama dinilai dapat membantu meminimalkan potensi kebakaran sejak dini.
Sementara itu, Danramil 15 Japah, Letda Inf Nyoto, menegaskan komitmen TNI untuk terus mendukung pencegahan dan penanggulangan karhutla di wilayah Kecamatan Japah.
“Kami berkomitmen untuk melakukan upaya pencegahan karhutla, karena ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Sinergitas semua pihak harus tetap dijaga,” kata Nyoto.
Ia menekankan pentingnya koordinasi antara Perhutani, TNI, Polri, pemerintah kecamatan, Satpol PP dan masyarakat, terutama dalam memantau wilayah yang rawan kebakaran.
“Kecepatan dalam memberikan informasi dan melakukan penanganan awal menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah api agar tidak meluas,” ujarnya.










