Layang-layang 3D Hiasi Langit Blora, Angkat Kearifan Lokal hingga Kuliner Tradisional

Layang - layang 3D bertema "Blandong Jati " menjadi juara 1 pada lomba layang-layang 3D Bupati Cup 2026
banner 468x60

BLORA, portaalblora.com– Langit Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mendadak dipenuhi berbagai bentuk layang-layang unik dalam Lomba Layang-layang Hias 3D Bupati Blora Cup 2026, Minggu (23/8/2026) sore.

Digelar Pemerintah Kabupaten Blora melalui Dinas Perumahan, Permukiman dan Perhubungan (Dinrumkimhub) di area persawahan Jalan Baru, Kelurahan Mlangsen, kegiatan tersebut sukses menyedot perhatian ribuan warga.

Masyarakat berbondong-bondong mendatangi lokasi untuk menyaksikan puluhan layang-layang tiga dimensi beraneka bentuk menghiasi langit Blora.

Berbeda dengan penyelenggaraan sebelumnya, lomba tahun ini melibatkan peserta yang mewakili masing-masing kecamatan di Kabupaten Blora. Sebanyak 31 peserta tercatat mendaftar, namun 29 peserta hadir dan mengikuti perlombaan.

Sekretaris Dinrumkimhub Kabupaten Blora, Denny Adhiharta Setiawan, mengatakan setiap kecamatan diwajibkan mengirim minimal dua dan maksimal lima peserta.

“Jumlah yang mendaftar sebanyak 31 peserta, namun yang datang untuk daftar ulang hanya 29 peserta. Seluruh peserta merupakan perwakilan dari masing-masing kecamatan, dengan ketentuan mereka mengirim minimal dua dan maksimal lima,” kata Denny.

Tema yang diangkat dalam lomba kali ini adalah kearifan lokal. Para peserta diberikan ruang untuk menerjemahkan berbagai potensi, budaya, hingga aktivitas masyarakat Blora ke dalam bentuk layang-layang tiga dimensi.

Beragam kreasi pun bermunculan. Mulai dari dokar, gerobak sate, penjual pecel, becak listrik, barongan, Burung Garuda, hingga blandong kayu jati.

“Pada layangan tiga dimensi ini mereka membuat dengan berbagai bentuk, seperti dokar, gerobak sate, penjualan pecel, becak listrik, barongan, Burung Garuda, blandong kayu jati dan lainnya. Ke depan tentu akan kami evaluasi hasil hari ini, apakah perlu beberapa kategori atau mekanisme lain,” ujarnya.

Blandong Jati Jadi Juara

Salah satu karya yang mencuri perhatian adalah layang-layang 3D bertema “Jati Blora” yang dibuat Tim Manggala Praja Jati dari Kecamatan Jati.

Camat Jati, Edy Wibowo, mengatakan karya tersebut mengangkat filosofi pohon jati yang menjadi salah satu identitas kuat wilayah Blora.

“Teman-teman Jati membuat layangan berbentuk blandong jati. Filosofinya adalah jati yang mencerminkan keteguhan hati, kekuatan prinsip hidup, dan kemampuan beradaptasi di tengah kesulitan. Sebagai ‘raja kayu’, nilai-nilai pohon jati sarat dengan makna tentang karakter manusia dan perjalanan hidup,” kata Edy.

Dalam karya tersebut juga terdapat dua sosok yang sedang menggergaji kayu. Menurut Edy, bagian itu menggambarkan nilai kerja sama, keseimbangan peran, serta kesabaran dalam mencapai tujuan bersama.

Pembuatan layang-layang 3D blandong jati tersebut membutuhkan waktu sekitar dua minggu. Tim juga melakukan sejumlah percobaan agar layang-layang berukuran besar itu dapat terbang dengan baik.

“Alhamdulillah bisa juara. Tentunya ini menjadi pelecut semangat kami yang ada di Kecamatan Jati,” ujarnya.

Bupati: Layang-layang Bisa Jadi Media Promosi Budaya

Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, mengapresiasi penyelenggaraan lomba yang dinilainya bukan sekadar menghadirkan hiburan bagi masyarakat.

Menurutnya, keterlibatan 29 tim dari berbagai kecamatan menunjukkan bahwa lomba tersebut telah menjadi ruang bersama bagi masyarakat untuk menampilkan kreativitas dan kekompakan.

“Saya mengapresiasi peserta lomba layangan hias yang diikuti 29 tim yang mewakili kecamatan se-Kabupaten Blora. Artinya, kegiatan ini bukan hanya milik satu kelompok atau satu wilayah, tetapi sudah menjadi ruang bersama bagi masyarakat Blora untuk menunjukkan kreativitas, kekompakan, dan kecintaan terhadap budaya daerah,” ujar Arief.

Ia menilai tema kearifan lokal yang diangkat dalam lomba memiliki nilai strategis. Layang-layang tidak hanya dibuat untuk menjadi tontonan, tetapi juga dapat menjadi sarana memperkenalkan budaya, kesenian, tradisi, cerita rakyat, kuliner hingga potensi daerah.

“Layangan tidak hanya menjadi permainan atau hiburan, tetapi juga menjadi media promosi budaya dan potensi daerah. Saya berharap setelah ini semakin banyak kegiatan kreatif masyarakat yang muncul dari desa, kelurahan, kecamatan, komunitas maupun generasi muda,” katanya.

Arief juga berharap kegiatan serupa terus dikembangkan karena memiliki keterkaitan dengan pergerakan ekonomi masyarakat. Kehadiran ribuan penonton dinilai dapat memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM di sekitar lokasi kegiatan.

“Datang nonton layangan kemudian kulineran menikmati produk UMKM menjadi kegiatan yang bisa memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” tuturnya.

Daftar Juara

Dalam lomba Layang-layang Hias 3D Bupati Blora Cup 2026, Juara I diraih Kecamatan Jati melalui karya layang-layang 3D Blandong Jati.

Juara II diraih Kecamatan Blora dengan karya layang-layang 3D Penjual Sego Pecel. Sementara Juara III juga diraih Kecamatan Blora melalui karya layang-layang 3D Loco Tour.

Adapun juara favorit diraih Kecamatan Banjarejo dengan karya layang-layang 3D Kereta Kencana.

Lomba tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kreativitas masyarakat dapat menjadi sarana untuk menghidupkan kembali permainan tradisional sekaligus mengangkat identitas dan potensi lokal ke ruang publik yang lebih luas.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *