BLORA, portalblora.com— Maraknya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah daerah, membuat petugas Perhutani di Blora melakukan berbagai cara pencegahan dan pendekatan kepada warga disekitar hutan. Salah satunya yang di lakukan di wilayah Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Randublatung, Blora. Sejauh ini, kebakaran yang terjadi lebih banyak berupa kebakaran pada lantai hutan, yang mudah tersulut akibat kondisi kemarau.
Administratur Perhutani KPH Randublatung, Rovi Tri Kuncoro, mengaku prihatin dengan kejadian tersebut. Ia mengimbau masyarakat, khususnya warga yang beraktivitas di sekitar kawasan hutan, agar tidak melakukan pembakaran selama musim kemarau.
Menurut Rovi, cuaca panas dan kering membuat kelembapan kawasan hutan menurun. Material kering yang menumpuk di lantai hutan pun menjadi lebih mudah terbakar.
“Kondisi kemarau membuat kawasan hutan menjadi lebih mudah terbakar. Pembakaran sekecil apa pun berpotensi memicu api meluas karena kondisi vegetasi yang kering,” kata Rovi, Sabtu (5/9).
Ia juga meminta masyarakat lebih bijak dalam menggunakan api. Sebab, kebakaran pada lantai hutan dapat mempercepat penguapan dan membuat kondisi lingkungan semakin kering.
Perhutani Bantah Personelnya Picu Kebakaran
Rovi juga menepis tudingan bahwa kebakaran di kawasan hutan disebabkan oleh personel Perhutani. Ia menegaskan tidak ada personel Perhutani yang melakukan pembakaran.
Di sisi lain, Perhutani memang memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menggarap sejumlah lokasi tertentu di kawasan hutan, seperti tanaman muda maupun lahan bekas penebangan yang telah ditentukan untuk kegiatan penggarapan.
Namun, aktivitas tersebut tetap harus memperhatikan faktor keselamatan dan potensi kebakaran.
Perhutani masih menemukan adanya penggarap yang menggunakan metode pembakaran untuk mempermudah proses pembersihan lahan.
Karena itu, Perhutani meminta para penggarap maupun masyarakat yang beraktivitas di sekitar kawasan hutan tidak menggunakan api untuk membersihkan lahan.
Imbauan tersebut dinilai semakin penting selama musim kemarau, ketika material kering di lantai hutan membuat api lebih mudah menyala dan menjalar.










