Perhutani KPH Blora Gelar Monev Borong Kerja Tanaman 2025 : Pastikan Kesiapan Lapangan dan Sinergi dengan Masyarakat

Portal Perhutani

BLORA, PORTALBLORA.com — Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Blora terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian hutan dan memberdayakan masyarakat sekitar.

Rabu (12/11/2025), jajaran Perhutani KPH Blora melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) pelaksanaan borong kerja tanaman Tahun 2025 di anak Petak 62 B–2, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Kalonan, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Kalonan, dengan total luas lahan 1,90 hektare.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Asper/KBKPH Kalonan Bambang Sunardji, Kasi PSDH, KRPH Kalonan, Kaur Teknik BKPH Kalonan, Ketua PMDH Sumber Dadi Rahayu, serta Tim Pendamping Masyarakat (TPM).

Pastikan Kesiapan Lapangan Sebelum Penanaman Dimulai

Dalam kegiatan itu, tim melakukan peninjauan langsung untuk memastikan seluruh tahapan persiapan di lapangan berjalan sesuai prosedur.

Asper/KBKPH Kalonan Bambang Sunardji mengungkapkan bahwa hasil evaluasi menunjukkan persiapan telah tuntas dan siap memasuki tahap penanaman.

“Kegiatan pemasangan plang tanaman, penetapan pal batas lokasi, dan acir sudah selesai dilaksanakan. Saat ini kondisi curah hujan juga sudah mendukung, sehingga proses pembuatan lubang tanam, pemupukan, dan penanaman bisa segera dilakukan,” ujarnya.

Menurut Bambang, kegiatan Monev bukan sekadar rutinitas administratif, tetapi langkah penting untuk memastikan bahwa seluruh pelaksanaan di lapangan berjalan efektif, transparan, dan tepat sasaran.

Perhutani KPH Blora juga menegaskan bahwa kegiatan monitoring ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara Perhutani dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH).

Tujuannya, agar masyarakat tidak hanya menjadi pelaksana teknis, tetapi juga mitra aktif dalam menjaga kelestarian hutan dan keberlanjutan lingkungan.

Ketua PMDH Sumber Dadi Rahayu menyampaikan apresiasinya kepada Perhutani atas pembinaan yang diberikan.

“Kami berterima kasih atas pendampingan dari Perhutani. Dengan adanya Monev ini, kami jadi lebih memahami standar kerja yang benar dan termotivasi untuk mencapai target keberhasilan tanaman tahun 2025,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *