BLORA, beritajateng.tv – Perum Perhutani KPH Blora memperkuat sinergi dengan masyarakat desa hutan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) agroforestry jagung dan tebu seluas 52,83 hektare. Kerja sama ini dilakukan dengan sejumlah Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) dan Kelompok Tani Hutan (KTH).
Kegiatan penandatanganan dilaksanakan di dua lokasi, yakni kantor BKPH Ngawenombo dan BKPH Nglawungan, Rabu (29/4/2026). Kemitraan ini menggunakan skema Kemitraan Kehutanan Perhutani (KKP) sebagai upaya optimalisasi pemanfaatan lahan hutan secara produktif dan berkelanjutan.
Adapun mitra yang terlibat antara lain LMDH Jati Mulyo, LMDH Jati Tunjungsari, LMDH Wono Lestari, LMDH Sumber Rejeki, LMDH Rimba Luhur, LMDH Puji Lestari, LMDH Sumber Dadi Rahayu, serta KTH Sido Mulyo.
Administratur/KKPH Blora, Yeni Ernaningsih, mengatakan kerja sama ini merupakan langkah konkret dalam memperkuat pengelolaan hutan berbasis kemitraan dengan masyarakat.
“Perhutani terus bersinergi dengan masyarakat desa hutan, baik dalam pengelolaan sumber daya hutan maupun pemanfaatan lahan kawasan hutan,” ujarnya.
Ia menambahkan, PKS tersebut telah mendapatkan persetujuan dari Direksi Perum Perhutani, sehingga diharapkan dapat berjalan optimal serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat tanpa mengabaikan aspek kelestarian hutan.
“Program agroforestry ini diharapkan mampu mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua LMDH Wono Lestari Desa Sumberjo, Sukono, mengapresiasi kerja sama yang terjalin. Ia berharap program ini dapat memberikan dampak positif bagi anggota LMDH dan masyarakat desa hutan.
“Semoga kerja sama ini bisa meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian hutan di wilayah kami,” ucapnya.
Kegiatan ini turut dihadiri jajaran Perhutani KPH Blora, mulai dari pejabat struktural hingga petugas lapangan, serta para ketua LMDH dan KTH yang terlibat dalam kerja sama tersebut.

