SKK Migas: Indonesia Masih Punya 68 Cekungan Migas Belum Dieksplorasi, Potensi Cadangan Energi Masih Besar

Portal Migas

BANYUWANGI, portalblora.com – SKK migas melalui Senior Manager Relation Regional Indonesia Timur Subholding Upstreem Pertamina Sigit Dwi Aryono menyebut Indonesia masih menyimpan potensi minyak dan gas bumi (migas) yang sangat besar.

Hal ini disampaikannya dalam kegiatan Media Gathering 2026 Regional Indonesia Timur, Subholding Upstream Pertamina bersama sejumlah awak media yang berlangsung di Ballroom Hotel Kokoon, Banyuwangi, Jumat (10/7).

Acara bertajuk ‘ The Future is Collaborative ; Sustaining our energy ‘ ini dihadiri oleh SKK Migas dan perwakilan jajaran Regional Indonesia Timur, Subholding Upstream Pertamina dan awak media di wilayah kerjanya.

Hadir pula Asisten Administrasi Umum Kabupaten Banyuwangi Budi Santoso sebagai keynote speaker, Dinas terkait, serta sejumlah narasumber.

Berdasarkan data SKK Migas yang dipaparkan dalam infografis Potensi Migas Indonesia per 31 Juli 2024, terdapat 128 cekungan migas (basins) di seluruh Indonesia, dengan 68 cekungan di antaranya belum pernah dieksplorasi.

“Kondisi tersebut membuka peluang besar bagi penemuan cadangan migas baru untuk mendukung ketahanan energi nasional”, Ungkapnya.

Data tersebut menunjukkan, dari total 128 cekungan migas, sebanyak 20 cekungan telah berproduksi, 8 cekungan telah dibor namun belum berproduksi, 19 cekungan telah terindikasi mengandung hidrokarbon, 13 cekungan telah dibor tetapi tidak menemukan cadangan ekonomis, sementara 68 cekungan lainnya masih belum tersentuh kegiatan eksplorasi.

SKK Migas juga mencatat Indonesia memiliki cadangan minyak sebesar 4,70 miliar barel minyak (BBO) dan cadangan gas mencapai 55,76 triliun kaki kubik (TCF) yang merupakan gabungan cadangan terbukti dan potensi.

Dari sisi aktivitas hulu migas, hingga 31 Juli 2024 terdapat 167 wilayah kerja (WK) yang terdiri atas 104 WK eksploitasi, 44 WK eksplorasi, serta 19 WK yang sedang dalam proses terminasi.

Selain itu, terdapat sekitar 2.300 lapangan eksplorasi dan pengembangan, lebih dari 30.000 sumur migas, 126 proven play, serta volume migas yang telah ditemukan mencapai 159 billion barrels of oil equivalent (BBOE) .

Infografis tersebut juga menggambarkan besarnya infrastruktur industri hulu migas nasional.

Saat ini Indonesia memiliki 639 platform lepas pantai, 2 kilang LNG, 6 kilang LPG, 22 fasilitas FPSO/FSO/FPU, serta jaringan pipa migas sepanjang sekitar 47.500 kilometer.

Sementara itu, total aset sektor hulu migas mencapai sekitar US$67,7 miliar atau setara Rp621 triliun berdasarkan harga perolehan, dengan wilayah kerja aktif yang mencakup lebih dari 460 ribu kilometer persegi di darat maupun lepas pantai.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama SKK Migas menilai masih besarnya jumlah cekungan yang belum dieksplorasi menjadi peluang strategis untuk meningkatkan penemuan cadangan baru.

Upaya eksplorasi yang lebih masif diharapkan mampu mendukung target peningkatan produksi migas nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi Indonesia di masa depan.
Menurut Sigit, informasi ini disampaikan kepada sejumlah media yang berada di Blora, Tuban, Bojonegoro, Gresik, Banggai, dan Papua sebagai bentuk kolaborasi yang akan disampaikan kepada publik.

Harapannya publik bisa mengetahui informasi kegiatan Migas yang telah dilakukan oleh kontraktor kontrak kerjasama (K3S) yang berada dibawah SKKmigas, untuk mendukung program ketahanan energy dari Pemerintah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *