BLORA, portalblora.com – Perum Perhutani KPH Blora mulai melakukan inventarisasi potensi tegakan hutan di kawasan yang direncanakan menjadi lokasi pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) di Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora.
Inventarisasi dilakukan pada kawasan hutan seluas 77,80 hektare yang berada di petak 131, 132, dan 133 wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Ngawenombo, BKPH Ngawenombo. Lokasi tersebut masuk wilayah administratif Desa Kedungwaru dan Desa Sendangwates.
Kegiatan ini menjadi tahapan awal untuk mengetahui kondisi dan potensi sumber daya hutan yang berada di area yang direncanakan sebagai lokasi pembangunan satuan baru TNI tersebut.
Tim inventarisasi terdiri dari Kepala RPH Ngawenombo, Kaur Teknik Kehutanan BKPH Ngawenombo, staf Pembinaan Sumber Daya Hutan (PSDH) KPH Blora, serta mandor lapangan yang melakukan pendataan secara langsung di kawasan hutan.
Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan pengukuran keliling batang pohon, identifikasi jenis tanaman, hingga pencatatan jumlah pohon yang berada di lokasi. Data tersebut kemudian digunakan untuk menghitung volume kayu dan mengetahui potensi tegakan secara menyeluruh.
Kepala Seksi Madya PSDH KPH Blora, Sungkono, mengatakan inventarisasi merupakan tahapan penting sebelum adanya perubahan penggunaan kawasan hutan maupun pelaksanaan pembangunan.
“Inventarisasi ini bertujuan mengetahui secara detail jenis, jumlah, dan volume pohon yang berada di lokasi rencana pembangunan Yonif TP. Data tersebut akan menjadi dasar dalam penyusunan laporan dan proses tindak lanjut sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Menurutnya, data yang akurat sangat diperlukan agar seluruh tahapan pembangunan dapat berjalan sesuai prosedur dan tetap memperhatikan aspek pengelolaan kawasan hutan.
Sementara itu, Ketua LMDH Sumber Dadi Rahayu Desa Kedungwaru, Domo, mengapresiasi langkah Perhutani yang turun langsung melakukan pendataan di lapangan.
Ia berharap seluruh tahapan yang tengah berjalan dapat terlaksana dengan baik sehingga rencana pembangunan Yonif TP di Kabupaten Blora dapat segera direalisasikan dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
“Pembangunan Yonif TP diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi daerah, baik dari sisi keamanan maupun pengembangan ekonomi masyarakat,” katanya.
Inventarisasi tegakan hutan tersebut menjadi bagian dari proses persiapan pembangunan Yonif Teritorial Pembangunan yang direncanakan berdiri di wilayah Kunduran, Kabupaten Blora.

