Memasuki Musim Kemarau, Perhutani Gandeng BPBD Gelar Simulasi Pencegahan Karhutla

Portal Perhutani

BLORA, portalblora.com – Memasuki musim kemarau Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Blora Raya, yang mencakup KPH Blora, KPH Cepu, dan KPH Randublatung menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blora, menggelar simulasi pencegahan Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Selasa (12/8).

Acara dimulai dengan apel siaga pencegahan dan penanganan Karhutla di wilayah Kabupaten Blora, di petak 107 E Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Kedungkenongo, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Kalisari, Kecamatan Banjarejo, yang dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk Administratur (Adm) KPH se Blora Raya, Polres Blora, BPBD Blora, serta perwakilan TNI dan masyarakat.

Dalam apel siaga tersebut, dilakukan penyerahan simbolis sarana dan prasarana pengendalian kebakaran hutan dari Administratur KPH Cepu, Mustopo, kepada anggota Polhutmob.

Kemudian dilanjutkan dengan personil BPBD Blora memperkenalkan alat pengendalian kebakaran dan melakukan simulasi penggunaan alat tersebut.

Dalam sambutannya, Mustopo menggarisbawahi pentingnya patroli terpadu antara Perhutani, TNI, Polri, BPBD, dan masyarakat untuk mencegah munculnya titik api. “Kami harus siap siaga dan melakukan cek dan ricek segera jika ada info hotspot,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak membakar lahan pertanian, karena dapat memicu kebakaran hutan.

Dikesempatan yang sama Wakil  Adm. KPH  Blora Arief Silvianto,mengatakan bahwa  kegiatan apel siaga  ini diharapkan dapat  menambah kesiap-siagaan petugas  Perhutani untuk  mengantisipasi  terkait  potensi kebakaran hutan di musim kemarau  ini.

“Kami juga terus mensosisalisasikan  dan  melakukan  pendekatan kepada  masyarakat untuk tidak  melakukan pembakaran pada saat pembersihan  lahan untuk pertanian,” ungkapnya.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPBD Kabupaten Blora, Mulyowati, mengapresiasi inisiatif Perhutani dalam mengadakan apel siaga ini. “Sinergi antara TNI, Polri, Perhutani, dan BPBD sangat penting untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Blora,” ujarnya.


Mulyowati, berharap sinergi ini dapat mecegah kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Blora sedini mungkin.

“Kami selalu siap siaga dalam hal penanganan kebakaran, untuk itu kami mohon kerjasamannya semua pihak apabila ada titik api untuk komunikasi dengan kami. Mari bersama-sama bersinergi melestarikan hutan di Blora ini, untuk mencegah bencana yang terjadi,” Pungkasnya.

Kom-PHT/Blr/Ist

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *