BLORA, portalblora.com – Sebanyak 207 mahasiswa Politeknik Energi dan Mineral (PEM) Akamigas Cepu mengikuti prosesi Sidang Senat Terbuka dan Wisuda Angkatan ke-55 Tahun Akademik 2026–2027 yang digelar di Grha Octana, Kampus PEM Akamigas Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Jumat, (17/7).
Prosesi wisuda menjadi penanda kelulusan ratusan lulusan yang dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia di sektor energi dan pertambangan, baik di dalam maupun luar negeri.
Direktur PEM Akamigas Cepu, Dr. Erdila Indriani, mengatakan wisuda tahun ini diikuti 207 lulusan dari berbagai program studi.
Menurutnya, sekitar 40 persen lulusan telah memperoleh pekerjaan di berbagai perusahaan nasional maupun internasional, bahkan sebagian di antaranya telah diterima bekerja di sejumlah negara seperti Uni Emirat Arab, Qatar, dan Amerika Serikat.
“Alhamdulillah, sekitar 40 persen lulusan kami sudah terserap di dunia kerja, baik di perusahaan dalam negeri maupun luar negeri. Ini menunjukkan lulusan PEM Akamigas memiliki daya saing yang baik di industri energi,” ujar Erdila.
Ia mengungkapkan, lulusan terbaik Angkatan ke-55 diraih oleh Ahmad Dwi Yulianto, warga asli Cepu, Kabupaten Blora.
Ahmad berhasil menyelesaikan pendidikan Diploma IV berkat beasiswa penuh dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sejak semester awal hingga dinyatakan lulus.
Erdila berharap prestasi tersebut dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya di daerah penghasil migas, untuk terus meningkatkan kompetensi dan memanfaatkan peluang pendidikan yang disediakan pemerintah.
Selain mencetak lulusan dalam negeri, PEM Akamigas Cepu juga terus memperluas jejaring pendidikan internasional.
Pada Tahun Akademik 2026–2027, kampus tersebut menerima mahasiswa asing melalui program Indonesia Scholarship.
Mahasiswa internasional yang menempuh pendidikan di PEM Akamigas Cepu berasal dari Kenya, Vanuatu, dan Papua Nugini sebagai bagian dari upaya memperkuat kerja sama pendidikan di bidang energi dan mineral.
Kehadiran mahasiswa mancanegara tersebut sekaligus menunjukkan meningkatnya kepercayaan internasional terhadap institusi pendidikan vokasi di bawah Kementerian ESDM dalam mencetak tenaga profesional di sektor energi.

