Sinergi Perhutani–Petani Hutan di Blora, Dorong Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan

Portal Perhutani

BLORA, portalblora.com- Perum Perhutani wilayah Blora Raya yang meliputi KPH Blora, KPH Randublatung, KPH Cepu, KPH Kebonharjo, dan KPH Mantingan menghadiri kegiatan halal bihalal dan sarasehan bersama Lembaga Pendamping Perhutanan Sosial Perkumpulan Rejo Semut Ireng.

Kegiatan yang mengusung tema “Petani Hutan Bangkit, Sejahtera dan Berdaulat, Hutan Lestari, Petani Berdikari, Ketahanan Pangan Nasional Terwujud” tersebut digelar di Pendopo Kabupaten Blora, Senin (6/4/2026).

Acara ini dihadiri sejumlah unsur pimpinan daerah, di antaranya Bupati Blora Arief Rohman, Direktur Pengendalian Perhutanan Sosial, Kapolres Blora, perwakilan Kodim, serta para pemangku kepentingan kehutanan dan pertanian. Turut hadir pula kelompok tani hutan (KTH) dari Blora dan sekitarnya.

Dalam sambutannya, Bupati Blora Arief Rohman menekankan pentingnya sinergi lintas sektor untuk mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani hutan.

Ia menyebut Blora memiliki potensi besar di sektor kehutanan, di mana hampir separuh wilayahnya merupakan kawasan hutan yang bisa dimanfaatkan secara optimal.

“Blora merupakan penghasil jagung terbesar kedua di Jawa Tengah dengan luasan hampir 83 ribu hektare. Kami mengajak semua pihak untuk bersinergi meningkatkan produktivitas jagung demi kesejahteraan bersama,” ujarnya.

Sementara itu, Administratur/KKPH Blora, Yeni Ernaningsih, menegaskan bahwa pengelolaan hutan harus mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat tanpa mengabaikan aspek kelestarian.

Menurutnya, kawasan hutan di Blora yang mencapai sekitar 47 persen dari total wilayah memiliki potensi besar untuk mendukung program ketahanan pangan dan energi.

“Perhutani terbuka untuk bekerja sama dengan berbagai pihak sesuai dengan rencana pengelolaan hutan. Tujuannya untuk mewujudkan hutan lestari dan masyarakat sejahtera,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan pemanfaatan lahan hutan dapat dilakukan melalui sistem tumpangsari untuk tanaman muda, serta pemanfaatan lahan di bawah tegakan melalui program PLDT dengan tanaman yang mampu tumbuh di bawah naungan, seperti empon-empon.

Di akhir kegiatan, Yeni juga mengajak seluruh pihak untuk menjaga aset dan kelestarian hutan, serta memperkuat kebersamaan pasca Hari Raya Idul Fitri.

“Kami mengucapkan selamat Idul Fitri 1447 Hijriah. Mari kita jaga kebersamaan dan kelestarian hutan demi kesejahteraan bersama,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *