Sedulur Sikep Klopoduwur Bentuk Kelompok Konservasi Uwi dan Talas, Jaga Pangan Lokal untuk Generasi Mendatang

Hastati Tim Crop Diversity Conservation for Sustainable Use in Indonesia (CDCSUI) Jawa Tengah ssat sosialisasi di pendopo samin Klopoduwur
banner 468x60

BLORA, portalblora.com – Upaya menjaga keberagaman pangan lokal terus dilakukan masyarakat Sedulur Sikep di Desa Klopoduwur, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Salah satunya melalui Musyawarah Desa yang menjadi momentum pembentukan kelompok konservasi tanaman pangan lokal, khususnya uwi dan talas.

Pembentukan kelompok konservasi tersebut dinilai penting untuk membangun komitmen bersama dalam menjaga keberadaan tanaman pangan lokal yang tidak hanya memiliki nilai ekologis, tetapi juga berkaitan erat dengan pengetahuan, kehidupan sosial, dan budaya masyarakat Sedulur Sikep.

Tim Crop Diversity Conservation for Sustainable Use in Indonesia (CDCSUI) Jawa Tengah, Hastati, mengatakan musyawarah desa menjadi langkah awal untuk memastikan upaya konservasi tanaman pangan lokal dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan.

“Musyawarah Desa ini menjadi langkah penting untuk membangun komitmen bersama dalam menjaga dan melestarikan tanaman pangan lokal, khususnya uwi dan talas, yang merupakan bagian dari kekayaan keanekaragaman hayati sekaligus memiliki nilai sosial dan budaya bagi masyarakat Sedulur Sikep,” ujar Hastati, Sabtu (29/8)

Menurutnya, konservasi tidak boleh hanya dimaknai sebagai kegiatan menanam. Lebih dari itu, diperlukan gerakan bersama untuk mempertahankan pengetahuan lokal dan memastikan tanaman pangan tersebut tetap tersedia serta dapat dimanfaatkan oleh masyarakat secara berkelanjutan.

Melalui kelompok konservasi yang dibentuk, masyarakat diharapkan memiliki wadah kelembagaan untuk bersama-sama menjaga, mengembangkan, sekaligus memanfaatkan tanaman pangan lokal uwi dan talas.

Kelompok tersebut nantinya diharapkan dapat menggerakkan masyarakat dalam kegiatan konservasi, mendokumentasikan pengetahuan lokal yang berkaitan dengan tanaman pangan, serta mengembangkan peluang pemanfaatan yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Harapannya, kelompok yang terbentuk dapat menjadi penggerak konservasi tanaman pangan lokal di Klopoduwur dan mampu menjaga keberadaan uwi dan talas untuk generasi mendatang,” kata Hastati.

Ia menambahkan, kegiatan konservasi juga perlu berjalan beriringan dengan pemanfaatan. Dengan demikian, keberadaan tanaman pangan lokal tidak hanya terjaga dari sisi kelestarian, tetapi juga mampu memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat.

Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari penguatan kemandirian pangan berbasis potensi lokal. Uwi dan talas yang selama ini dikenal sebagai bagian dari sumber pangan masyarakat memiliki peluang untuk terus dikembangkan tanpa meninggalkan nilai-nilai dan pengetahuan lokal yang telah diwariskan.

Hastati juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah mendukung proses pembentukan kelompok konservasi tersebut.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Pemerintah Desa Klopoduwur, Asper Perhutani Kalisari, masyarakat Sedulur Sikep, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap kegiatan ini,” ungkapnya.

Menurut dia, dukungan dan keterbukaan seluruh pihak menjadi modal penting agar konservasi tanaman pangan lokal dapat berjalan secara bersama-sama, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Asper BKPH Kalisari Marjuni, sangat mendukung kegiatan konservasi dari CDCSUI ini. Menurutnya tanaman pangan lokal jenis polo kependem pada kawasan hutan sesuai kaidah-kaidah yang berlaku.

“Selain meminimalisir penggunaan B3, program ini selaras dengan nilai-nilai kearifan lokal masyarakat adat sedulur sikep samin di Klopoduwur”, Ujarnya.

Sementara Kepala Desa Klopoduwur, Hery Sugiharto, sangat menyambut program ini, karena program ini cocok dengan apa yang selama ini dijalankan warganya. Menggambarkan kesederhanaan tidak neko-neko apa adanya.

“Ini kn memang tanaman yang biasa ditanam warga kami. Kalau dibudidayakan dengan baik hasilnya bisa untuk menambah ekonomi warga. Harpannya program ini bisa berkelanjutan”, Ungkapnya.

Dengan terbentuknya kelompok konservasi ini, Klopoduwur diharapkan tidak hanya mampu mempertahankan tanaman pangan lokal, tetapi juga menjaga pengetahuan dan kearifan lokal masyarakat Sedulur Sikep agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *