PWI-LS Jateng Siap Bersinergi dengan Polri Jaga Kondusivitas, KH Ahmad Riyadh: “Kita Harus Bersatu Lawan Kebatilan”

Portal Lintas Jateng

SEMARANG, portalblora.com – Menyikapi maraknya perbedaan pendapat dan potensi gesekan antarorganisasi Islam di berbagai daerah, Pelaksana Tugas (Plt) PWI-LS Jawa Tengah, KH Ahmad Riyadh Mustofa, S.Ag., menegaskan komitmennya untuk menjaga kondusivitas wilayah Jawa Tengah melalui sinergi dengan aparat kepolisian.

Dalam keterangannya, KH Ahmad Riyadh menyebut bahwa saat ini diperlukan soliditas dan kedewasaan umat Islam dalam menyikapi dinamika sosial dan politik yang berkembang. Ia menilai, perbedaan pandangan tidak boleh menjadi pemicu perpecahan di antara sesama umat.

“Kami siap menjalin kerja sama dengan Polri untuk menjaga suasana Jawa Tengah tetap kondusif dan aman. Umat Islam harus tetap bersatu, berjuang bersama melawan kebatilan, bukan justru saling menjatuhkan,” tegasnya.

Minta Umat Islam Tak Mudah Terprovokasi

Plt PWI-LS Jateng itu juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi di media sosial yang belum jelas sumber dan kebenarannya. Ia menekankan pentingnya tabayun atau klarifikasi kepada para ulama dan tokoh agama setempat sebelum mengambil sikap.

“Sekarang banyak informasi di media sosial yang sengaja dihembuskan untuk memecah belah umat. Jangan mudah percaya sebelum bertanya kepada ulama. Mari kita jaga ukhuwah Islamiyah dan kebersamaan dalam satu barisan,” ujar KH Ahmad Riyadh.

Sinergi Umat dan Aparat Jadi Kunci

KH Ahmad Riyadh menilai bahwa kolaborasi antara organisasi masyarakat Islam dan aparat keamanan menjadi langkah penting dalam mencegah potensi konflik horizontal. Jawa Tengah, kata dia, harus menjadi contoh daerah yang damai, religius, dan beradab.

“Kita semua memiliki tanggung jawab moral menjaga negeri ini. Islam itu rahmatan lil alamin, bukan sumber perpecahan. Maka, mari bersama aparat, kita rawat kedamaian dan lawan segala bentuk kebatilan,” tambahnya.

Menjaga Jawa Tengah Tetap Teduh

PWI-LS Jawa Tengah berharap seluruh laskar dan organisasi Islam di provinsi ini dapat mengutamakan komunikasi, silaturahmi, dan musyawarah dalam menyelesaikan perbedaan pandangan. Dengan demikian, potensi pertikaian bisa dihindari, dan pesan damai Islam tetap terjaga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *