Perhutani KPH Blora Gandeng LMDH dan KTH, Garap 21,7 Hektare Hutan Melalui Skema Agroforestry

Portal Perhutani

BLORA, PORTALBLORA.com – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Blora terus memperkuat kemitraan dengan masyarakat sekitar hutan melalui pengelolaan hutan berbasis agroforestry.

Terbaru, Perhutani KPH Blora menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) Agroforestry dengan skema Kemitraan Kehutanan Perhutani (KKP) bersama LMDH Wono Lestari dan KTH Sido Mulyo, Rabu (24/12/2025).

Melalui kerja sama ini, Perhutani KPH Blora menggandeng LMDH Wono Lestari Desa Sumberjo, Kecamatan Japah, untuk mengelola kawasan hutan seluas 11 hektare dengan komoditas tanaman tebu.

Sementara itu, kerja sama dengan KTH Sido Mulyo Desa Tinapan, Kecamatan Todanan, dilakukan pada lahan hutan seluas 10,7 hektare dengan komoditas jagung. Total luasan kawasan hutan yang dikerjasamakan mencapai 21,7 hektare.

Kerja sama agroforestry ini diharapkan mampu mengoptimalkan pemanfaatan kawasan hutan secara produktif, tanpa mengabaikan prinsip kelestarian hutan dan keberlanjutan lingkungan.

Penandatanganan PKS dilaksanakan di dua lokasi, yakni Kantor BKPH Nglawungan dan Kantor BKPH Kalonan.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Administratur/KKPH Blora, Kepala Seksi Pengelolaan Sumber Daya Hutan (Kasi PSDH) KPH Blora, Asper/KBKPH Kalonan, Asper/KBKPH Nglawungan, KSS Kemitraan, jajaran KRPH wilayah BKPH Nglawungan dan BKPH Kalonan, serta ketua dan pengurus LMDH Wono Lestari dan KTH Sido Mulyo.

Kasi PSDH KPH Blora, Sungkono, menegaskan bahwa Perhutani KPH Blora senantiasa membuka ruang kemitraan dan bersinergi dengan masyarakat desa hutan dalam pengelolaan kawasan hutan.

“PKS KKP Agroforestry ini telah mendapatkan persetujuan Direksi Perum Perhutani. Kami berharap kerja sama dapat diimplementasikan secara optimal, berkelanjutan, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat tanpa mengesampingkan kelestarian hutan,” ujar Sungkono.

Sementara itu, Ketua LMDH Wono Lestari Desa Sumberjo, Sukono, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan Perhutani kepada masyarakat desa hutan.

Menurutnya, kemitraan ini menjadi peluang penting untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan anggota LMDH serta masyarakat sekitar hutan.

“Kami berharap kerja sama ini membawa manfaat nyata bagi masyarakat. Semoga Perhutani semakin jaya, masyarakat semakin sejahtera, dan hutan tetap lestari,” ungkap Sukono.

Melalui skema agroforestry berbasis kemitraan ini, Perhutani KPH Blora menegaskan komitmennya dalam mendorong pengelolaan hutan yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa hutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *