Perhutani Blora-Damkar Gelar Pelatihan Kedaruratan di Goa Terawang Ecopark

Portal Perhutani

BLORA, PORTALBLORA.com– Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Blora bersama pengelola wisata Goa Terawang Ecopark menggelar pelatihan kedaruratan dan kebencanaan bekerja sama dengan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Blora.

Kegiatan ini dilaksanakan di kawasan wisata Goa Terawang Ecopark, Selasa (20/1).

Pelatihan tersebut digelar bertepatan dengan Bulan K3 Nasional Tahun 2026 yang berlangsung mulai 12 Januari hingga 12 Februari 2026.

Selain itu, kegiatan ini merupakan tindak lanjut rekomendasi Risk Assessment yang sebelumnya dilakukan oleh Polda Jawa Tengah, khususnya terkait aspek keselamatan dan kesiapsiagaan bencana di kawasan wisata.

Kegiatan ini diikuti oleh petugas Damkar dari Mako Blora dan Pos Damkar Ngawen, manajemen serta karyawan pengelola wisata Goa Terawang Ecopark, serta KSS K3 dan Lingkungan KPH Blora.

Pelatihan diawali dengan penyampaian materi dasar mengenai pencegahan dan penanganan kebakaran, termasuk pengenalan berbagai jenis alat pemadam kebakaran beserta fungsinya.

Usai sesi materi, peserta mengikuti praktik lapangan, mulai dari penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), pemadaman api sederhana menggunakan kain atau handuk basah, hingga simulasi penanganan tabung elpiji bocor dan terbakar.

Peserta juga dibekali pengetahuan terkait penanganan satwa liar, khususnya ular berbisa dan tidak berbisa yang berpotensi ditemui di kawasan wisata alam.

Petugas Damkar Kabupaten Blora, Sutriyono, mengatakan pelatihan ini diharapkan dapat memberikan ilmu dan keterampilan yang bermanfaat bagi peserta, baik di tempat kerja maupun di lingkungan rumah.

“Bencana bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Jangan sampai kita memiliki alat pemadam kebakaran, tetapi tidak bisa menggunakan maupun merawatnya dengan benar,” ujarnya.

Sementara itu, Yamin, selaku KSS K3 dan Lingkungan KPH Blora, mengapresiasi terselenggaranya pelatihan tersebut.

Ia berharap seluruh peserta dapat memahami dan memanfaatkan alat-alat pemadam kebakaran yang tersedia untuk menghadapi kondisi darurat.

“Semoga pelatihan ini dapat meningkatkan kesiapsiagaan kita semua sehingga tercipta lingkungan kerja dan kawasan wisata yang aman, nyaman, dan tanggap bencana,” katanya.

Kom-PHT/Blr/Ist

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *