Dirut Perhutani Tio Handoko Kunjungi Blora Raya, Tekankan Inovasi dan Pengamanan Hutan

Portal Perhutani

Blora – Direktur Utama Perum Perhutani, Tio Handoko, melakukan kunjungan kerja ke wilayah Blora Raya yang meliputi KPH Blora, Cepu, Mantingan, Randublatung, hingga Kebonharjo. Kegiatan tersebut dipusatkan di Kantor KPH Cepu pada Jumat (27/3/2026).

Dalam kunjungan itu, Tio didampingi Direktur SDM, Umum dan IT, Direktur Komersial, serta Kepala Divisi Regional Jawa Tengah bersama jajaran manajemen. Kehadiran rombongan disambut para Administratur/KKPH, Wakil Administratur, hingga jajaran Polmob dari seluruh KPH di wilayah Blora Raya.

Dalam arahannya, Tio menekankan pentingnya ruang improvisasi bagi seluruh jajaran Perhutani untuk terus berinovasi dan beradaptasi menghadapi dinamika global. Ia menyoroti tantangan geopolitik dunia yang tidak menentu hingga perubahan iklim, termasuk potensi kemarau panjang yang berisiko memicu kebakaran hutan dan lahan.

“Tantangan ke depan tidak mudah. Kita harus siap mengantisipasi berbagai potensi, termasuk ancaman kebakaran hutan. Dibutuhkan kesiapsiagaan dan inovasi dari seluruh jajaran,” ujarnya.

Selain itu, Tio juga menegaskan pentingnya menjaga keamanan hutan melalui pendekatan sosial dengan masyarakat sekitar. Menurutnya, hubungan emosional yang harmonis serta sinergi dengan para pemangku kepentingan menjadi kunci dalam menjaga kelestarian hutan secara berkelanjutan.

“Idealisme sebagai rimbawan sejati jangan sampai luntur. Semangat menjaga hutan harus tetap terjaga karena ini adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Sementara itu, Administratur/KKPH Blora, Yeni Ernaningsih, menyampaikan bahwa kunjungan kerja Direktur Utama ini menjadi bentuk perhatian pimpinan terhadap wilayah Blora Raya yang selama ini menjadi salah satu penopang pendapatan Perhutani Divre Jawa Tengah dari sektor kayu.

Menurutnya, arahan yang diberikan diharapkan mampu memotivasi seluruh jajaran untuk meningkatkan kinerja serta memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak.

“Semoga seluruh jajaran Perhutani di Blora Raya semakin kompak, inovatif, dan mampu menjaga kelestarian hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *